Langsung ke konten utama

Reflwksi Day 1 (Veb)

 Refleksi #1 Vebriyani

2022_8_30


Apakah habit training penting untuk anak - anak. Ya, habit training itu penting untuk anak-anak.

Ketika kecil sampai sekarang, saya sering tinggal berpindah-pindah. Mulai dari kecil bersama nenek dari ibu, remaja bersama orangtua, lalu ikut nenek dari bapak. Selain karena orangtua sibuk bekerja saya dititipkan karena saya harus belajar ditempat lebih baik, menurut mereka. Lalu, tinggal mandiri saat lajang. 

Menikah pun ikut suami pindah-pindah tugas. Hidup berpindah-pindah ini menurut saya membuat saya hidup tidak konsisten dan kurang tegas dalam mendidik anak. Merasa paling sibuk dirumah. Sering mengubah aturan untuk anak. Banyak kebiasaan baik yang belum saya miliki. Salah satunya bangun pagi. 

Saya rasa, kalau saya dulu dikawal belajar kebiasaan baik bersama orangtua saya lebih lama atau sejak kecil. Mungkin akan ada lebih banyak kebiasaan baik yang menjadi bagian karakter dalam diri saya. Oleh karena itu, saya ingin belajar habit training untuk bisa mendidik anak-anak saya dan menemani mereka menuai nasib baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi day 2( me)

 Refleksi Habit Training #2 a. Menurut Charlotte Mason, bolehkah orangtua menyuruh anak melakukan yang anak tidak suka lakukan? Mengapa? Boleh selama hal itu sesuai dengan prinsip kebenaran, hujum alam, hukum tuhan dan hukum moral.  Karena orangtua adalah perwakilan Tuhan yang punya otoritas dalam melatih kebiasaan baik untuk anak. b. Menurut Charlotte Mason, apakah orangtua dan anak itu setara? Mengapa? Tidak setara, orangtuq adalah wakil Allah di bumi punya tanggungjawab terhadap anaknya, hingga anak wajib patuh thd ortu selagi mash memegang prinsip universal. c. Apakah kamu setuju dengan sikap Charlotte Mason di atas? Mengapa? Setuju karena ortu adalah otoritas pertama dan tertinggi yg harus ditaati anak, karena anak bukan properti milik ortu yg semau mereka dilatih atau tidak. Anak adalah titipan Tuhan dan bangsa, ketika anak diabaikan maka ortu yg patut disalahkan. d. Seberapa sudah terbentukkah habit of obedience dalam diri anak-anakmu saat ini? Kendala apa yang kamu ala...

Refleksi day (Sop)

 *Refleksi day 2 - Sophie* *a. Menurut Charlotte Mason, bolehkah orangtua menyuruh anak melakukan yang anak tidak suka lakukan?* Boleh *Mengapa?* Karena ada aturan yang harus dilakukan tanpa menuju anak itu setuju atau tidak dalam melakukan aturan tersebut. Seperti aturan Tuhan: Sebagai contoh, dalam Islam diwajibkan sholat 5 waktu, Puasa, dll. Orang tua diharuskan melatih anaknya untuk tidak meninggalkan kewajiban tersebut suka atau tidak suka. Begitu pula dengan mewajibkan anak menggosok gigi. Bila tidak dikerjakan gigi anak akan menjadi rusak  *b. Menurut Charlotte Mason, apakah orangtua dan anak itu setara?* Tentu saja tidak. *Mengapa?* Karena orang tua mempunyai otoritas. Otoritas yang dimaksud disini bukan berarti orang tua itu otoriter alias merasa paling memiliki kedudukan tertinggi. Tapi orang tua adalah wakil yang diberi titipan anak sehingga kita memiliki tanggung jawab moral dalam melatih anak taat kepada hukum, kebenaran, dan Tuhan yang kita juga taat *c. Apakah k...

Refleksi day 2(ul)

 Refleksi day 2 - Uli a. Menurut Charlotte Mason, bolehkah orangtua menyuruh anak melakukan yang anak tidak suka lakukan? Mengapa? Boleh, karena fondasi Pendidikan menurut CM bukan lah di dasarkan pada suka atau tidak suka namun sesuai hukum atau tidak, sesuai perintah Tuhan atau tidak. Dan perintah Tuhan ataupun hukum hukum yang berlaku di dunia ini tidak selalu enak. b. Menurut Charlotte Mason, apakah orangtua dan anak itu setara? Mengapa? Tidak setara, karena orangtua merupakan wakil yang ditunjuk Tuhan untuk mendidik anak2 yang di titipkan kepadaNya sehingga orangtua memiliki otoritas untuk menegakkan aturan tanpa menunggu anak setuju atau tidak. Tentunya aturan yang di tegakkan adalah aturan yang sesuai dengan kebenaran, hukum dan Tuhan.  c. Apakah kamu setuju dengan sikap Charlotte Mason di atas? Mengapa? Setuju, karena hakekat manusia yang terlahir sebagai pribadi, terlahir dengan potensi tidak 100%baik dan tidak 100% buruk dan karena anak juga tidak terlahir deng...