Langsung ke konten utama

Refleksi day 2(ev)

 Refleksi Day 2 - Eva

Menurut CM pelatihan kebiasaan bukan didasarkan pada rasa suka atau tidak suka, melainkan pada apa yang benar atau tidak benar untuk dilakukan. Hal ini berarti jika anak tidak suka melakukan sesuatu tetapi jika itu sesuatu yang benar, maka orangtua patut menyuruhnya untuk melakukannya, meskipun anak tidak suka. 

CM juga berkata bahwa orangtua dan anak tidaklah setara kedudukannya. Orangtua memiliki otoritas yang lebih tinggi atas anak, dan anak seharusnya tunduk pada otoritas itu. Tetapi dalam pelaksanaannya orangtua tidak boleh otoriter atau bertindak sewenang2, karena orangtua sendiri hanyalah perwakilan dari Tuhan dan masyarakat, dimana orangtua sendiri harus tunduk pada hukum2 yang berlaku. Tugas orangtua adalah mendidik anak supaya anak taat pada kewajibannya (pada hati nurani / kebenaran, pada hukum, dan pada Petunjuk Ilahi).

Saya sendiri setuju dengan pandangan CM. Sebagai orangtua, kita memang memiliki otoritas terhadap anak. Kita harus yakin bahwa anak harus taat kepada orangtuanya, dan menyuruhnya melakukan hal yang benar meskipun dia tidak suka. Tetapi memang kendalanya adalah bagaimana membuat anak taat dengan cara yang baik. Anak-anakku tidak bisa kukatakan 100% taat pada ucapanku, ada kalanya mereka menunda2 ketika disuruh melakukan sesuatu, terutama untuk anakku yang kedua. Apalagi ketika aku tidak bisa “mengiringi” dia dalam melakukan hal tersebut, dia seperti menunggu sampai aku menemaninya melakukan perintah yang diberikan, baru dia mau “bergerak”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Reflrksi day 2 (Ich)

 Refleksi Day 2 - Icha a. Menurut Charlotte Mason, bolehkah orangtua menyuruh anak melakukan yang anak tidak suka lakukan? Mengapa? Boleh karena orang tua adalah otoritas pertama yang mewakili Tuhan, serta boleh juga terutama untuk hal-hal yang bersifat prinsip, sehingga tidak ada tawar-menawar. Sebagai orang tua sifatnya wajib untuk mengajarkan anak mana yang baik-tidak baik. b. Menurut Charlotte Mason orangtua dan anak kedudukannya tidak setara. Orangtua memiliki otoritas yang lebih tinggi terhadap anak, dan anak sudah seharusnya tunduk pada otoritas tersebut. Tapi dalam pelaksanaannya orang tua juga tidak boleh bersifat/berlaku otoriter atau seenaknya. Tugas orang tua adalah mendidik anak agar anak menjadi manusia yang luhur. c. Saya setuju dengan sikap Charlotte Mason, karena seorang anak yang pertama dilihat adalah orang tua nya, bagaimana anak akan menjadi seperti apa nantinya juga sangat bergantung dari bagaimana orang tua mendidiknya, membentuknya. d. Seberapa sudah terbent...

Regleksi day 1 (Ya)

 Refleksi Day 01 - Yaya Terima kasih mbak Ellen urutan presentasi membuat saya makin sadar akan pentingnya Habit Training. Perenungan CM yang sudah membuka jalan membuat saya tersadar akan pentingnya habit training dari sekedar knowledge yang berbentuk akademis. Sejatinya knowledge itu netral yang dibutuhkan adalah motif yang baik untuk membawa knowledge itu bermanfaat untuk orang banyak. Jadi untuk membuat individu yang masih work in process bisa baik atau buruk ini maka dibutuhkan dulu pembentukan karakter sehingga kelak knowledge yang dimilikinya bermanfaat secara baik untuk seluruh alam (rahmatan lil alamin). Setuju sekali dengan statement anak-anak masih belum kuat kehendaknya , susunan syarafnya juga masih belum sempurna , untuk itu butuh peran serta  orang tua untuk menjadikannya tuan pada dirinya sendiri. Dari pengalaman saya sebagai muslim ada tahapan untuk melatih kebiasaan shalat 5 waktu: 1. 0-7 tahun dipaparkan rasa cinta Allah SWT terhadap manusia sehingga anak ...

Refleksi day 2( me)

 Refleksi Habit Training #2 a. Menurut Charlotte Mason, bolehkah orangtua menyuruh anak melakukan yang anak tidak suka lakukan? Mengapa? Boleh selama hal itu sesuai dengan prinsip kebenaran, hujum alam, hukum tuhan dan hukum moral.  Karena orangtua adalah perwakilan Tuhan yang punya otoritas dalam melatih kebiasaan baik untuk anak. b. Menurut Charlotte Mason, apakah orangtua dan anak itu setara? Mengapa? Tidak setara, orangtuq adalah wakil Allah di bumi punya tanggungjawab terhadap anaknya, hingga anak wajib patuh thd ortu selagi mash memegang prinsip universal. c. Apakah kamu setuju dengan sikap Charlotte Mason di atas? Mengapa? Setuju karena ortu adalah otoritas pertama dan tertinggi yg harus ditaati anak, karena anak bukan properti milik ortu yg semau mereka dilatih atau tidak. Anak adalah titipan Tuhan dan bangsa, ketika anak diabaikan maka ortu yg patut disalahkan. d. Seberapa sudah terbentukkah habit of obedience dalam diri anak-anakmu saat ini? Kendala apa yang kamu ala...