Langsung ke konten utama

Refleksi Day 1 (Ly)

 #Day1 _Lily

APAKAH HABIT TRAINING PENTING?

Yes, sangat penting. Saya setuju yang dikatakan CM bahwa kecenderungan manusia adalah melakukan yang disuka , tidak lakukan yang tidak disuka, bukan karena benar/salah. 

Dan ini seringkali karena tidak paham dan terbiasa melakukan hal yang disuka , itulah sebabnya pada saat dewasa ada beberapa orang yang bukan menjadi orang baik. PR bagi kami orangtua untuk menuntun anak menjadi baik sekarang dan dimasa depan. 

Seringkali hal salah yang dilakukan orang dewasa adalah karena kebiasaan salah sejak kecil, tidak memungkiri bahkan kemudian identic menjadi karakter buruk dan kemudian mempunyai nasib buruk. 

Tentunya setiap orangtua tidak mengharapkan anak bernasib buruk, maka PR nya orang tua melatih habit / kebiasaan baik  bagi anaknya, dan ini tidak mudah karena orangtua sebagai trainer pun belajar mau berubah, harus disiplin dan konsisten.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi day 2( me)

 Refleksi Habit Training #2 a. Menurut Charlotte Mason, bolehkah orangtua menyuruh anak melakukan yang anak tidak suka lakukan? Mengapa? Boleh selama hal itu sesuai dengan prinsip kebenaran, hujum alam, hukum tuhan dan hukum moral.  Karena orangtua adalah perwakilan Tuhan yang punya otoritas dalam melatih kebiasaan baik untuk anak. b. Menurut Charlotte Mason, apakah orangtua dan anak itu setara? Mengapa? Tidak setara, orangtuq adalah wakil Allah di bumi punya tanggungjawab terhadap anaknya, hingga anak wajib patuh thd ortu selagi mash memegang prinsip universal. c. Apakah kamu setuju dengan sikap Charlotte Mason di atas? Mengapa? Setuju karena ortu adalah otoritas pertama dan tertinggi yg harus ditaati anak, karena anak bukan properti milik ortu yg semau mereka dilatih atau tidak. Anak adalah titipan Tuhan dan bangsa, ketika anak diabaikan maka ortu yg patut disalahkan. d. Seberapa sudah terbentukkah habit of obedience dalam diri anak-anakmu saat ini? Kendala apa yang kamu ala...

Refleksi day (Sop)

 *Refleksi day 2 - Sophie* *a. Menurut Charlotte Mason, bolehkah orangtua menyuruh anak melakukan yang anak tidak suka lakukan?* Boleh *Mengapa?* Karena ada aturan yang harus dilakukan tanpa menuju anak itu setuju atau tidak dalam melakukan aturan tersebut. Seperti aturan Tuhan: Sebagai contoh, dalam Islam diwajibkan sholat 5 waktu, Puasa, dll. Orang tua diharuskan melatih anaknya untuk tidak meninggalkan kewajiban tersebut suka atau tidak suka. Begitu pula dengan mewajibkan anak menggosok gigi. Bila tidak dikerjakan gigi anak akan menjadi rusak  *b. Menurut Charlotte Mason, apakah orangtua dan anak itu setara?* Tentu saja tidak. *Mengapa?* Karena orang tua mempunyai otoritas. Otoritas yang dimaksud disini bukan berarti orang tua itu otoriter alias merasa paling memiliki kedudukan tertinggi. Tapi orang tua adalah wakil yang diberi titipan anak sehingga kita memiliki tanggung jawab moral dalam melatih anak taat kepada hukum, kebenaran, dan Tuhan yang kita juga taat *c. Apakah k...

Refleksi day 2 (Ez)

 Refleksi Day 2 - Ezi Seberapa sudah terbentukkah habit of obedience dalam diri anak-anakmu saat ini? Kendala apa yang kamu alami dalam melatih anak respek pada otoritas dan taat pada aturan? Sudah terbentuk, seiring dengan nama yang kami berikan yaitu Laras, ia tumbuh menjadi anak yang selaras dengan lingkungan, taat peraturan sekolah, taat peraturan agama. Misal saat pemerintah menyuruh stay at home, ia selalu taat tinggal di rumah sampai-sampai sulit sekali bagi saya mengajaknya pergi keluar rumah (bila kami ada perlu). Ia cenderung cemas kalau sedikit saja terlambat masuk sekolah atau masuk les, karena ia benar2 taat terhadap jam mulai sekolah atau jam mulai les yg telah disepakati. Padahal kadang hidup tidak semulus itu, ada jalanan yang macet, atau ada kendala yg pernah mengakibatkan kami jadi terlambat beberapa menit. Tapi anak saya terlanjur gusar, bad mood, berkaca-kaca, dan merasa kesal pada ortu bila ia tidak bisa taat memenuhi peraturan. Kendala yang saya alami adalah t...